SELAMAT DATANG

SEMOGA ADA MANFAAT

Senin, 13 Juli 2015

ISLAM DAN BUDAYA

Oleh : Herman Hilmy

Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rahmat bagi alam semesta. Ajaran-ajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini, sebagaimana yang tersebut dalam (QS Toha : 2) : “Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kamu menjadi susah“. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini, akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akhirat. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini, niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit dan penuh penderitaan.
Sedangkan yang dikatakan dengan budaya adalah pikiran, akal budi, adat istiadat. Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat.
Kita melihat perkembangan Islam sekarang, banyak yang meniru-niru gaya yang bertentangan dengan Islam, dari segi pakaian, gaya hidup dan pergaulan yang tidak sesuai dengan budaya yang di wariskan oleh Nabi Muhammad di masa beliau masih hidup, pada hal kalau kita mengembangkan kebudayaan yang telah ada untuk kemajuan Islam yang akan datang.
MUHAMMAD telah meninggalkan warisan rohani yang agung, yang telah menaungi dunia dan memberi arah kepada kebudayaan dunia selama dalam beberapa abad yang lalu. Ia akan terus demikian sampai Tuhan menyempurnakan cahayaNya ke seluruh dunia. Warisan yang telah memberi pengaruh besar pada masa lampau itu, dan akan demikian, bahkan lebih lagi pada masa yang akan datang, ialah karena ia telah membawa agama yang benar dan meletakkan dasar kebudayaan satu-satunya yang akan menjamin kebahagiaan dunia ini. Agama dan kebudayaan yang telah dibawa Muhammad kepada umat manusia melalui wahyu Tuhan itu, sudah begitu berpadu sehingga tidak dapat lagi terpisahkan.
Dengan adanya ajaran Islam yang penuh dengan kemaslahatan bagi manusi ini tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia, kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi penting dari kehidupan manusia, dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasan-batasannya.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. Walau singkat mudah-mudahan memberikan sumbangan dalam khazana pemikian Islam.

Sikap Islam terhadap Kebudayaan
Islam, sebagaimana telah diterangkan di atas, datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madharat di dalam kehidupannya, sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan.

Dengan adanya adat istiadat, budaya, dan seni kita bisa mengembangkan kemajuan Islam, kebersamaan, lewat seni pun kita bisa memberikan yang terbaik untuk perkembangan Islam yang akan kita nantikan kecemerlangan seperti yang kita harapkan semua untuk lebih baik di masa yang akan datang. (Hrm & dari berbagai sumber)

Rabu, 17 Juni 2015

Wahai…. Pemuda dan Ramaja Pulanglah…?? Kembalilah…??

Oleh : Herman Hilmy, S

Syedara Lamuri… Melihat kegiatan pemuda dan remaja Islam sekarang banyak yang telah jauh berlabuh, ada yang tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam yang mereka kerjakan, kadang demo untuk membela Islampun juga mereka pertahankan sedangkan penampilan dan perbuatan tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Wahai….. Pemuda dan remaja Islam, pulanglah…?? Kembalilah…?? Mari kita perbaiki kembali diri kita dalam Bulan yang penuh dengan Rahmat dan banyak pahalanya, sunat yang kita lakukan dibulan ini sama halnya dengan pahala wajib, tunggu apalagi, Pulanglah dan kembalilah….??? Tinggalkan yang tidak bermanfaat dan yang tidak sesuai dengan ajaran kita yaitu Islam.


Rasulullah Saw bersabda: “Ketika datang malam pertama dari bulan ramadhan seluruh setan dibelenggu dan seluruh jin diikat.  Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka.  Semua pintu surga dibuka, hingga tidak ada satupun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang menyeru: “wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah, wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah, hanya Allahlah yang bisa menyelamatkan dari api neraka” (HR Tirmidzi).

Rasulullah Saw bersumpah, tidak ada bulan yang paling baik bagi orang beriman kecuali bulan ramadhan, dan tidak ada bulan yang paling buruk bagi orang munafik kecuali bulan ramadhan.  Pada bulan itu orang beriman telah menyiapkan diri untuk berkonsentrasi dalam beribadah, sebaliknya orang munafik sudah bersiap diri untuk menggoda dan melalaikan orang beriman dari beribadah. (HR Imam ahmad).

Ramadhan menjadi momentum untuk menata diri menjadi pribadi muslim sejati. Tingkatkan aqliyah Islamiyah dan nafsiyah Islamiyah.  Aqliyah Islamiyah adalah pola pikir berdasarkan aqidah Islam. Cara meningkatkannnya dengan memperbanyak informasi ke-Islaman, perbanyak fakta-fakta ke-Islaman, terus berlatih untuk mengkaitkan informasi dengan fakta berdasarkan sudut pandang Islam.

Pemuda dan remaja yang telah lalai dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bermafaat apalagi menyesatkan dengan merusak aqidah, tidak salahnya sebagai seorang pemuda dan remaja untuk menjalani Aqliyah Islamiyah ini untuk merubah pola pikir yang sesuai dengan aqidah Islam. 

Nafsiyah Islamiyah adalah sikap jiwa berdasarkan aqidah Islam. Cara meningkatkannya dengan memperbanyak ibadah-ibadah sunnah.  Dekatkan diri kepada Allah, Rasulullah Saw, Masjid, Qur’an,  Hadits, dan sesama muslim.

Sebulan penuh latih diri kita untuk meningkatkan: kesabaran, kedekatan kepada Allah SWT, kesadaran adanya pengawasan Allah, kepedulian kepada sesama manusia, keterikatan terhadap syariat, semangat belajar Islam dan memperjuangkannya, suasana kekeluargaan di waktu makan sahur dan buka puasa, ikatan keluarga besar di saat mudik lebaran. Target puncak mencapai derajat taqwa, yang sangat diperlukan untuk menghadapi ujian berat di dunia, dengan hati yang sabar dan wajah tetap menghadap kepada Allah SWT.

Sebelumnya seorang pemuda dan remaja harus mengevaluasi diri kita dengan baik dan juga mengevaluasi keadaan anggota keluarga kita.  Secara kejiwaan, perhatikanlah suasana kenyamanan dan kehangatan antar anggota keluarga, rasa persaudaraan, sikap tolong menolong, saling  memperhatikan, saling menyayangi, saling menghormati, saling menghargai, kedekatan antar anggota keluarga. 

Buat acara renungan, untuk saling mengenali kekurangan masing-masing dan kesalahan masing-masing.  Saling memaafkan antar seluruh anggota keluarga, kerabat, tetangga, teman, dan saling berjanji untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan masing-masing.  Sambut ramadhan dengan ceria, hati yang bersih dan lapang, buat suasana baru yang lebih istimewa di rumah, Di tempat kerja, dan juga dilingkungan tempat kita tinggal.  

Siapkan : hati, pikiran, dan fisik.  Siapkan hati, dengan kuatnya niat dan ketenangan jiwa agar khusyu’ dalam beribadah.  Siapkan pikiran, mulai dari ilmu tentang segala hal yang sesuai dengan Aqidah juga yang berkaitan dengan ramadhan dan konsentrasi.  Siapkan fisik dengan mempersiapakan kesehatan tubuh agar selalu fit selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan.

Jangan hanya cukup cuma dalam bulan Ramadhan saja, tapi lakukanlah dengan semangat sampai akhir hayat kita, untuk bisa mendekatkan diri kita kepada yang Maha Kuasa, semoga kita termasuk hamba-hamba yang di cintai oleh Allah SWT. Amiin ya Rabbal’alamin.. (Dari berbagai sumber)



Kebersamaan Itu Perlu Di Pupuk

Oleh : Herman Hilmy S

Syadara Lon yang di Rahmati Allah…..

Allah menciptakan alam semesta ini ada manfaat yang sangat-sangat besar pada makhluknya, malah kalau kita jadikan air laut itu sebagai tinta, untuk mencatat apa yang telah Allah berikan pada kita tak cukup. Banyak didalam alam semesta ada berbagai macam ciptaan Allah, ada yang sudah pernah kita lihat dengan mata kita sendiri, ada juga yang belum kita lihat dan tidak bisa kita lihat tapi bisa kita rasakan, seperti angin yang bertiup.

 Dalam Kehidupan ini kita selalu ada yang perlu kita kerjakan, ada yang bisa kita kerjakan sendiri dan ada juga yang membutuhkan orang lain, di sini lah kita sebagai makhluk sosial juga membutuhkan satu sama lain. Dengan adanya saling membantu dan kerjasama, maka pekerjaan yang kita kerjakan itu cepat terselesaikan.

Syadara Lon dimanapun berada yang selalu di Ridhai oleh Allah SWT…..
Pepatah Arab mengatakan bahwa al-Jama’ah Rahmatun wa al-furqatu ‘Adhabun  (Kebersamaan / Jama’ah adalah Rahmat dan bercerai berai adalah bala atau bencana). Dari pepatah ini, dipahami bahwa kebersamaan akan melahirkan sifat kasih sayangnya antar sesama. Sebaliknya, bercerai-berai akan memunculkan permusuhan dalam kehidupan ini, tepatnya situasi tidak menguntungkan bagi yang lain, malah merugikan    

Kepedulian kepada sesama, membantu orang yang membutuhkan, seperti membantu orang yang terkena musibah, fakir miskin, anak yatim, dan memberikan makanan jelang berbuka di bulan Ramadhan hakekatnya menumbuhkan sikap peduli kepada sesama,. Prinsip peduli pada dasarnya menegaskan pemahaman bahwa kita hidup tidak sendiri, tapi ber-sosial.

Karena bersosial, maka penghargaan kepada orang lain sejatinya adalah penghargaan pada diri sendiri sebab orang lain adalah cermin dari keberadaan kita. Bisa dibayangkan bagaimana kita hidup sendirian di hutan luas, tidak ada orang dan kehidupan sedikitpun. Pastinya, perasaan tersiksa akan terasa sebab semua kebutuhan hidup ini memiliki jejaring dengan kehidupan orang lain, termasuk dengan makhluk ciptaan Allah yang lain sekalipun.

Syadara Lon yang dirahmati Allah……
Untuk itulah, prinsip berbagi harus dijadikan modal bagi kita dalam rangka menjaga kesenjangan antara kesalehan individual dengan kesalehan sosial agar tidak semakin melebar sebab Islam mengajarkan agar kita bersikap dengan bijaksana dalam rangka menuai kebaikan di dunia, sekaligus di akhirat (rabbana atina fi al-dunya hasanah wa fil akhirat hasanah….). Dan sikap berbagi ini sekaligus dalam rangka menjaga dimana kita meyakini bahwa perintah berbagi adalah anjuran agama sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an maupun yang telah dilakukan atau dipraktekkan oleh Nabi beserta sahabat Beliau (hadith).

Akhirnya, patut kiranya diperhatikan bahwa kebersamaan perlu terus dipupuk, bahkan perlu ditingkatkan secara terus menerus hingga Allah memisahkan kita. Alasannya, hanya dengan cara-cara seperti ini kesulitan apapun yang kita hadapi dalam hidup akan mudah disikapi untuk selanjutnya, sekaligus berkat pertolongan Allah, akan ditemukan kemudahan dengan kerjasama.

Jumat, 28 Juni 2013

Islam Dengan Seni

Oleh : Herman Hilmy S

Syaidara Lamuri yang berbahagia… Kita masih diberikan umur panjang oleh Sang Pencipta dan dapat berjumpa lagi dengan saya di edisi April 2013 ini. Insya Allah pada edisi ini kita akan menulis tentang Islam dengan Seni. Islam sebagai salah satu agama besar dunia dan yang paling belakangan menyatakan bahwa Alquran diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu. Dalam hal ini Allah berfirman: yang artinya (Dan Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu, Q.S. 16 : 138). 
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah swt kepada seluruh manusia tanpa mengenal bangsa yang bersumberkan Al-Quran, Sunnah dan Ijma' Ulama. Islam adalah agama yang nyata (waqi'e) dan sesuai dengan fitrah manusia, pada semua tempat, zaman dan situasi menepati citarasa, kehendak, sifat, keinginan, nafsu, perasaan dan akal fikiran manusia. Dalam jiwa, perasaan, nurani dan keinginan manusia terbenamnya rasa sukakan keindahan dan keindahan itu adalah seni.
Syaidara Lamuri dimanapun Anda berada…
Seni adalah sesuatu yang bersifat abstrak, dapat dipandang, didengar dan disentuh oleh jiwa tetapi tidak dapat dinyatakan melalui kata-kata dan bahasa. Sukar untuk mentakrifkan seni secara tepat sesukar untuk menerangkan konsep keindahan dan kesenangan itu sendiri. Al-Farabi menjelaskan seni sebagai ciptaan yang berbentuk keindahan, Al-Ghazali pula menjelaskan seni dengan maksud kerja yang berkaitan dengan rasa jiwa manusia yang sesuai dengan fitrahnya.
Mengikut kebudayaan Barat, seni sebenarnya tiada hubungan dengan agama. Ini adalah disebabkan oleh dasar sekularisme yang mengasingkan hal keduniaan dengan agama. Walau bagaimanapun seni masih dianggap sebagai sesuatu yang ideal dan berkaitan dengan moral. Seni juga boleh dibagi menjadi dua tujuan yaitu seni untuk seni dan seni untuk masyarakat, di mana seni untuk seni adalah bertujuan untuk seni saja dan orang mencipta seni ini dibebaskan untuk apa-apa tujuan sama ada mengandungi unsur baik atau jahat. Manakala seni untuk masyarakat pula  menyatakan bahwa seni dicipta untuk sesuatu tujuan maka ianya mestilah difahami oleh masyarakat yang digunakan untuk kemasyarakatan, politik dan akhlak.
Syaidara Lamuri yang dimuliakan Allah…
Islam dengan seni sangat-sangatlah erat hubungannya, karena Islam itu indah, yang indah itulah seni. Seni Islam merupakan sebahagian daripada kebudayaan Islam dan perbezaan antara seni Islam dengan bukan Islam ialah dari segi niat atau tujuan dan nilai akhlak yang terkandung dalam hasil seni Islam. Pencapaian yang dibuat oleh seni Islam itu juga merupakan sumbangan daripada tamaddun Islam di mana tujuan seni Islam ini adalah kerana Allah swt. Walaupun seni merupakan salah satu unsur yang disumbangkan tetapi Allah melarang penciptaan seni yang melampaui batas. Firman Allah swt yang bermaksud : "Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas."
Syaidara Lamuri yang berbahagia……
Konsep seni Islam dan pembawaannya haruslah menjurus ke arah konsep tauhid dan pengabdian kepada Allah swt. Motif berseni haruslah bermatlamatkan perkara-perkara ma'ruf (kebaikan), halal dan berakhlak. Jiwa seni mestilah ditundukkan kepada fitrah asal kejadian manusia kerana kebebasan jiwa dalam membentuk seni adalah menurut kesucian fitrahnya yang dikurniakan Allah swt. Fungsi seni tidak kurang sama dengan akal supaya manusia menyedari perkaitan antara alam, ketuhanan dan rohani atau dengan alam fizikal. Lantas ia menyedari keagungan Tuhan dan keunikan penciptaanNya.
Seni dalam Islam menanam rasa khusyu' ke pada Allah di samping memberi ketenangan di jiwa manusia sebagai makhluk Allah yang diciptakan dengan fitrah yang gemar kepada kesenian dan keindahan. Oleh sebab itu seni dalam Islam tidak berslogan 'seni untuk seni' tetapi 'seni kerana Allah untuk manusia, makhluk dan alam sekitar'. Kesenian Islam terpancar daripada tauhid yang merupakan satu penerimaan dan penyaksian terhadap keesaan Allah swt maka seni yang berpaksikan tauhid dapat menanamkan sifat bertaqwa dan beriman. Seni juga dapat meningkatkan daya intelek dan bukan sahaja emosi. (Dari berbagai sumber) Sinyeu,07042013.


Selasa, 11 Desember 2012

Siapa idola terbaik kita?


Oleh : Herman Hilmy S
Di edisi ini penulis mengambil tema tentang “Idola”. Karena ini sengat banyak kita lihat mengidolakan orang-orang yang mereka simpati. Seperti yang terjadi di Aceh, telah mencontohkan idola yang tidak baik di beberapa bulan yang lalu  persoalan anak “punk”, itu membuat Negeri Syariat tergoncang, karena salah mengidolakan idolanya. Soal idola ini emang seperti udah mendarah-daging dalam diri remaja. Pasalnya, emang banyak remaja yang begitu. Jujur aja, idola ABG banyak banget, dan kebanyakan yang dijadiin idola adalah kaum seleb. Nggak percaya? Di majalah-majalah remaja juga yang dieskpos selalu kaum seleb. Dari mulai gosipnya, gaya hidupnya, sampai karir mereka. Tentu saja itu dibuat dengan tujuan supaya remaja mengidolakannya.
 Awalnya mungkin Syaidara cuma menanamkan simpati aja, tapi kan lama-lama Syaidara jadi keterusan senang karena publikasinya yang dibuat seheboh mungkin. Makanya bisa Syaidara lihat, majalah remaja yang mengekspos kaum seleb pasti iklannya bejibun banget, karena emang banyak pembacanya. Kenapa remaja sering terjebak untuk mengidolakan seseorang, ya? Ini berkaitan dengan naluri manusia, hai syaidara. Dalam diri manusia itu ada naluri beragama. Lho apa hubungannya? Sebentar, Syaidra Lamuri jangan dulu mengkerutkan dahi alias bingung bin pusing. Tenang. Begini, gharizah tadayyun (naluri beragama) ini diwujudkan dengan adanya upaya untuk mensucikan sesuatu atau menganggap sesuatu lebih dari dirinya. Misalnya aja, nenek moyang manusia di masa animisme dan dinamisme, mereka menyembah batu, pohon, dan kuburan. Hal itu dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan akan naluri beragama mereka. Namun, karena cuma mengandalkan perasaannya aja tanpa dibimbing wahyu dari Allah maka yang terjadi adalah kesalahan. Mereka sih nggak peduli kalo itu salah, yang penting bisa tenang karena merasa sudah terpenuhi. Habis perkara.
Syaidara Lamuri yang berbahagia, naluri ini ada dalam setiap orang. Orang yang atheis sekalipun sebetulnya memiliki naluri ini. Tapi, karena mereka nggak percaya adanya pencipta, maka pemenuhannya dialihkan kepada pahlawan-pahlawan mereka. Misalnya aja, orang Soviet yang atheis sering menyembah gambar atau patung pahlawan mereka seperti Lenin, Stalin, Karl Marx dan tokoh-tokoh lain yang dianggap sebagai pahlawannya. Pokoknya diagung-agungkan dan jadi sesembahan mereka. Ini membuktikan bahwa naluri itu emang ada dalam diri setiap manusia. Dan tentu saja orang-orang atheis ini merasa tenang dengan terpenuhinya naluri tersebut. Padahal kalo menurut aturan Islam, jelas pemenuhan naluri yang mereka lakukan salah banget. Mereka cuma mengandalkan perasaannya semata. Namun tidak memperhatikan hakikat di balik penciptaan makhluk-makhluk tersebut.
Nah, Syaidara yang mengidolakan kaum seleb; baik artis film dan sinetron, penyanyi, dan pemusik harus hati-hati. Soalnya, bukan tak mungkin bila kemudian Syaidara lupa diri dan akhirnya tanpa sadar mengikuti gaya hidupnya. Pendek kata, kalo Syaidara sudah menganggap mereka tuntunan hidup Syaidara, berarti Syaidara telah menjadikan beliau-beliau sebagai “nabi”. Waduh, bek na lah lagee nyan.
Jadi sekarang Syaidara mulai ngeh bahwa “pemujaan” terhadap idola  merupakan salah satu perwujudan yang salah dari naluri beragama. Malah dalam level tertentu bisa menjerumuskan Syaidara ke dalam kesyirikan, lho. Hati-hati ya! Dan ingat, persoalan nggak berhenti di situ aja. Syaidara malah bisa “dituduh” oleh Islam telah menjiplak perilaku mereka dalam kehidupan Syaidara, jika setiap apa yang dilakukan oleh tokoh idolasyaidara, syaidara ikuti dengan sepenuh hati syaidara. Yakni seluruh gaya hidupnya syaidara contek abis nggak satupun yang tersisa. Wah, bisa gawat itu.
So, Syaidara Lamuri yang dimuliakan Allah, mulailah berpikir normal. Tanyoe, kaum muslimin hanya tunduk pada syariat Islam. Apa lagi di Aceh sekarang sudah dari dulu geutayoe sebagai ureung Islam. Dan Tanyoe,  hanya menjadikan Rasulullah saw. sebagai idola terbaik. Adab muslim terhadap Rasulullah adalah dengan cara menghormati, mencintai, dan menjadikan Rasulullah sebagai  teladan kehidupan. Meneladani Rasulullah bermakna memahami kepribadian beliau dengan mengamati detail-detail kehidupan dan kondisi yang pernah dihadapinya, serta meniru perbuatan dan sifat-sifatnya. Seluruh alur hidup Rasulullah dari lahir hingga wafatnya merupakan babak-babak yang perlu kita teladani. Dan, Geutanyoe harus menjadi jamaahnya kaum muslimin yang beriman dan taat syariat, bukan jamaahnya Justin Bieber. Siap ya? [Dari Berbagai sumber, Rabu, 30/10/12]

Peran Pemuda Dalam Islam


Oleh : Herman, S. Pd. I
Dalam kesempatan ini penulis ingin mengangkat tema tentang pemuda, yang saat ini sering di bicarakan tentang tingkah laku dan pergaulan muda-mudi di masa sekarang, maka penulis ingin memberikan gambaran yang bahwa dalam agama pemuda juga sangat berperan untuk kemajuannya Agama, Bangsa dan Negara dimasa yang akan datang.
Syaidara Lon..... Pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Berbicara masalah pemuda berarti berbicara tentang masa depan. Karena pemuda adalah generasi pewaris yang akan mengganti estafet kepemimpinan sebuah generasi baik dalam keluarga, kelompok, organisasi, bangsa dan negara.
Syaidara Lon.....
Dalam kaitannya dengan menegakkan peradaban Islam maka peran pemuda muslim pada saat ini yang menjadi penentunya. Di Aceh yang Islam adalah sebagai Syariat dengan jumlah penduduk usia muda yang relatif banyak maka seyogyanya pergerakan Syariat Islam di Aceh lebih semarak. Namun apa yang terjadi dengan pemuda muslim Aceh kini?
Syaidara L0n.........
Berbagai permasalahan yang dialami pemuda akhir-akhir ini sungguh sangat memprihatinkan. Pemuda pada masa sekarang ini banyak yang menjauh dari nilai-nilai Keislaman. Banyak pemuda muslim yang senantiasa larut dan bangga dengan gaya hidup yang jauh dari nilai-nilai Islam tersebut.
Kita sering menyaksikan pemuda yang suka dengan gaya hidup hedonis (kesenangan) dan brutal. Berbagai berita dari media cetak maupun elektronik memberitakan bagaimana para suporter sepak bola yang berujung dengan tewasnya para suporter. Perayaan kelulusan yang dirayakan dengan aksi corat coret dan pawai keliling jalan yang sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang lain. Mereka lebih memilih pawai dan coret coret dari pada dengan ungkapan rasa syukur dengan melakukan perbuatan atau kegiatan yang bermanfaat. Sungguh sengat di sayangkan wahai Syaidaraku seiman dan seagama.
Syaidara Lon yang berbahagia.....
Beberapa survei yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan hubungan bebas yang dilakukan oleh pemuda bangsa ini. Pacaran dan hubungan sebelum nikah sepertinya sudah menjadi tren. Dulu kita dapatkan dan kita dengar di Negara-negara Barat sedangkan sekarang dapat kita saksikan didepan mata kita, jika malam minggu tiba maka dapat dengan mudah kita temui di jalan-jalan pusat keramaian mereka tanpa malu berdua-duaan di depan umum. Pornografi dan pornoaksi yang dapat diakses oleh pemuda dengan mudahnya.
Karena Budaya instan yang semakin merajalela, sehingga demi keuntungan sesaat rela malakukan apa saja. Sehingga dalam proses belajar sering kita jumpai berbagai kecurangan-kecurangan di lembaga pendidikan, skipsi beli sampai ijazah palsu.
Syaidara Lon.....
Hilangnya jati diri pemuda dan budaya meniru sampai-sampai modernisasi yang diartikan sebagai westernisasi. SYaidara.... Definisi dari westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan jiwa nasionalismenya, yang meniru atau melakukan aktivitas bersifat kebarat-baratan (budaya bangsa lain).  sehingga apa yang ada dan datang dari barat adalah tren. Dengan problematika yang terjadi begitu kompleks maka menjadi tantangan bagi pemuda muslim untuk mewujudkan peradaban yang mulia.
Kemudian persiapkanlah bekal yang memadai agar kita bisa memperoleh kemenangan. Oleh karena itu Pemuda harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk melawan berbagai serangan perang pemikiran dan ekonomi yang semakin kompleks. Jika sekarang kita kalah dalam bidang ekonomi maka kita harus mempersiapkan diri dengan menggali Al Qur’an guna membuat konsep perekonomian yang akan mensejahterakan ummat.Jika sekarang kita kalah dalam bidang teknologi dan pendidikan maka menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk terus berusaha agar kita bisa unggul. Begitu juga dengan aspek-aspek yang lain maka ummat Islam harus unggul sebagaimana pada masa kekhalifahan Islam jaya.

Syaidara Lon............
Demikianlah peran pemuda yang selalu menjadi pelopor dalam segala hal terutama  dalam pergerakan Islam modern. Para pemuda harus mendapat pengarahan yang positif dan berupaya membentengi diri dari segala serbuan isme-isme modern yang akan menjauhkan para pemuda dari Islam bahkan tidak mengakui keberadaan Allah swt. Hanya para pemuda  yang merupakan harapan untuk melanjutkan perjuangan dalam menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumo seuramoe makkah nyoe. (Dari berbagai sumber)

Minggu, 29 Juli 2012

Mendidik Aneuk Geutanyoe Berpuasa Sejak Jinoe


Oleh : Herman, S. Pd. I
Menjalankan ibadah puasa adalah hal wajib yang harus dijalani oleh setiap muslim yang sudah baligh, kita sudah memasuki Ramadhan jadi bagi Syaidara Lamuri  yang muslim silahkan Syaidara  bersiap-siap untuk menghadapi bulan yang penuh dengan nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba Nya yang bertaqwa dan beriman secara sempurna.
Ada baiknya Syaidara Lamuri juga mengajak aneuk geutanyoe yang dirasa sudah cukup mampu untuk ikut berpuasa di bulan ramadhan ini. Manfaatnya? tentu saja mengajarkan puasa kepada aneuk sejak jinoe. Bagi yang pertama kali menjalani puasa, hal itu bukanlah hal yang mudah. Jadi, ada baiknya syaidara melatih aneuk syaidara  untuk berpuasa sejak jinoe.
Disino, kamoe akan memberikan padum-padum bhoh tips untuk  mendidik Aneuk Berpuasa sejak jinoe. Baiklah, lebih jelasnya langsung saja tanyoe bahas tips mendidik aneuk berpuasa :

Yang Phon adalah Jelaskan Konsep Ramadhan
Hal pertama untuk mendidik aneuk berpuasa yang harus syaidara lakukan adalah menjelaskan konsep ramadhan kepada aneuk geutanyoe. Tentang apa itu puasa di bulan ramadhan, dan awal mula diadakannya puasa ramadhan. Hal ini bertujuan agar aneuk geutanyoe mengetahui seluk beluk ramadhan dan juga untuk memupuk semangat ramadhan bak aneuk geutanyoe.
Yang Kedua Puasa Bertahap
Yang dimaksudkan puasa bertahap dalam mendidik aneuk geutanyoe berpuasa adalah jangan memaksa aneuk geutanyoe untuk bisa langsung puasa penuh dari waktu imsak sampai maghrib. Tapi lakukan secara bertahap, puasa setengah hari misalnya. Lambat laun, aneuk geutanyoe akan bisa menjalani puasa sampai waktu penuh.
Yang Ketiga Berikan Contoh Yang Baik
Saat sedang berpuasa, baik syaidara maupun anggota keluarga syaidara yang laen sebisa mungkin jangan mengeluhkan beratnya puasa pada saat beraktivitas. Berikan contoh yang baik pada aneuk geutanyoe untuk menjalani puasa dengan penuh kesabaran.
Yang Keupeut Berikan Semangat Untuk Aneuk Geutanyoe
Memberikan semangat juga adalah tips mendidik aneuk berpuasa yang baik. Misalnya saja, ketika beberapa jam menjelang berbuka si aneuk sudah bilang tidak kuat. Langsung motivasi, “semangat, cuma tinggal 2 jam saja kok”.  Dari bunoe ka sanggop Aneuk di theun, siat trek karap ta buka hai Aneuk lon yang meutuah. Itulah contohnya.
Yang Keulimong Berikan Menu Favorit dan Bergizi
Tips mendidik aneuk berpuasa berikutnya adalah memberikan makanan favorit si aneuk sebagai menu sahur. Dengan begitu si aneuk akan bersemangat untuk bangun sahur. Tapi, jangan lupakan juga kandungan gizi yang cukup agar si aneuk kuat dalam menjalani puasa.
Yang Kenam Jauhkan Godaan Dari Aneuk Geutanyoe
Cara mendidik aneuk berpuasa yang ini, syaidara diharuskan untuk menjauhkan atau menyembunyikan sementara hal-hal yang sekiranya bisa menggoda aneuk geutanyoe untuk membatalkan puasanya. Misalnya saja es krim atau makanan enak yang sering terpampang di lemari es.
Yang Ketujoh Jangan Memarahi Aneuk Geutanyoe
Jika aneuk geutanyoe tidak bisa berpuasa sesuai dengan terget yang sudah direncanakn sebelumnya, jangan memarahinya karena hal itu akan membuat aneuk geutanyoe berani berbohong demi tidak mendapat marah dari Geutanyoe.
Yang Kelapan Berikan Hadiah
Jika si aneuk berhasil menyelesaikan puasanya, tidak ada salahnya geutanyoe memberikan hadiah kepada aneuk. Hal itu akan memotivasinya untuk tetap berpuasa di hari-hari berikutnya.
Nah,setelah geutanyoe mengetahui tips-tips diatas, mulai sekarang ajaklah aneuk-aneuk geutanyoe untuk melaksanakan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya. Semoga di bulan yang suci ini syaidara Lamuri bisa memperbanyak amal ibadah geutanyoe,dan menjauhi semua larangan-larangan dari Allah S.W.T (menjadi lebih baik dari sebelumnya).
Semoga artikel ini bermanfaat.Amin....

Senin, 09 Juli 2012

Cara Menghadapi Ramadhan

By. Herman, S. Pd. I

Menghadapi bulan yang suci yaitu bulan Ramadhan dengan cara yang selalu sukai Allah adalah :

- Muhasabah (Introfeksi diri)

Pernahkan kita mengintrofeksi diri kita? lakukanlah dengan baik, kita harus menilai apa yang pernah kita lakukan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka ubahlah sedikit demi sedikit dalam hidup ini, Allah selalu senang bila kita melakukan yang sebaik disetiap harinya.

- BerTaubat

Dalam kehidupan ini semua kita pasti mempunyai kesalahan dalam melakukan kegiatan didunia ini, dengan manusia dan dengan Allah sekalipun, dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan seterusnya bertaubatlah (Kembali kepada Allah) untuk mencari kedamaian hati untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bernuasa Islami. Dan juga bisa jadi semangat untuk hidup dalam kebaikan.

- Memperbanyak melakukan ibadah puasa sunat dalam bulan Sya'ban.

Dalam bulan Sya'ban kita harus banyak melakukan ibadah puasa sunat, karena dengan melakukan ibadah puasa sunat kita nanti bisa terbiasa dalam melakukan puasa dibulan Ramadhan nantinya.

- Mempelajari kembali hal-hal yang mengenai bulan suci Ramadhan.

Hal-hal yang perlu kita pelajari adalah yang menyangkut dengan ibadah puasa, mana yang membuat batal puasa, atau untuk melatih hal -hal yang setidaknya dia tahu dalam mempelajarinya suatu sistem.


Minggu, 24 Juni 2012

10 Manfaat Silaturahmi dalam Islam


Selain Ibadah yang Wajib banyak lagi ibadah mendapat penilaian yang baik dari Allah salah satunya dalam Islam menyuruh umatnya memperbanyak silaturrahmi dengan siapapun dan dimanapun. Sebab dalam kehidupan keseharian, setiap individu selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah. Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Karena itu merupakan ibadah  yang paling indah berhubungan dengan manusia, sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia.
 Dianjurkan dan oleh Islam juga diseru. Peringatan yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk tidak memutuskan tali silaturrahmi. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya:
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad :22-23).
Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta & interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil & tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.
Memutus tali silaturrahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam, Allah berfirman:

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S An-Nisaa' : 1)

Menurut Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya. Dalam sabdanya :
“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (H.R Bukhari)
Dalam hadits Abu Hurairah, sabda Rasulullah yang lain:
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi" 
(Muttafaqun 'alaihi)

Kini dapat kita mengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi tersebut, berikut merupakan 10 manfaat Silaturahmi menurut Abu Laits Samarqandi, yaitu:

1. Mendapatkan ridha dari Allah SWT.
2. Membuat orang yang kita dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah    SAW, yaitu "Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia."
3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi.
4. Disenangi oleh manusia.
5. Membuat iblis dan setan marah.
6. Memanjangkan usia.
7. Menambah banyak dan berkah rejekinya.
8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.

9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.

10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahmi) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.

Demikianlah 10 manfaat dari suka bersilaturahmi, Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang suka bersilaturahmi.... (Hrm,  dari berbagai sumber)

Merangsang Anak Menjelajahi Lautan Ilmu

Secara fisik, otak berkembang sangat pesat usia 0-6 tahun, kemudian berangsur-angsur berkurang kecepatannya hingga usia 8 tahun dan berhenti pada usia 12 tahun. Artinya sesudah usia 12 tahun yang bisa kita lakukakan adalah mengoptimalkan fingsi otak melalui program pembelajaran yang tepat serta pengetahuan tetang bagaimana belajar.

Dengan adanya kegiatan belajar, otak yang di miliki olehnya akan berkembang, maka kita harus melihat bagaimana supaya anak menyukai belajar. 

Bagaimana kita membentuk budaya belajar yang kuat pada anak-anak kita?

1. Menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan, mengembirakan dan membuat anak merasa diperhatikan.

2. Menciptakan Kegiatan yang membuat anak kaya akan pengalaman sukses.

3. Membangun visi anak sehingga dengan itu ia tergerakkan untuk belajar.

4. Visi besar yang kita bangun pada diri anak harus kita barengi dengan membangun alasan yang kuat bagi dia untuk berbuat.

5. Nilai spiritual yang secara integral membentuk integritas anak.

6. Membangun budaya membaca yang kuat.

7. Pada akhirnya pembelajaran di sekolah harus dirancang agar mendukung terciptanya budaya belajar yang kuat.

ini semua sangatlah penting artinya bagi proses belajar mengajr diwaktu-waktu berikutnya. Budaya belajar yang kuat, dari sini mulainya. (Sumber : Hidayatullah, Sep 2006, Muhammad Fauzil Adhim)