SELAMAT DATANG

SEMOGA ADA MANFAAT

Rabu, 25 April 2012

Renungan Hidup

Oleh : Herman Hilmy

Hidup di dunia ini selalu ada rintangan demi rintangan, walaupun begitu kita harus sabar dan semangat untuk melintasi rintangan tersebut, karena hidup kita ini bukan untuk mencari masalah tapi masalah yang ada pada kita bagaimana mencari cara untuk menyelesaikannya.

Kehidupan ini memang ada rasa senang dan juga ada rasa susah, Allah selalu memberikan kita nikmat yang sangat banyak dalam dunia ini, yang terutama kita masih diberikan hidup dan juga masih bisa beraktifitas. Maka dengan itu kita harus sadar yang bahwa kita jangan melupakan Allah yang telah memberikan kita nikmat yang berlimpah. Bersyukurlah kepada Allah dan jauhilah apa-apa yang dilarang oleh Allah.

Dengan kita ingat pada Sang Pencipta hati kita selalu menjadi tentram dan bahagia dan juga itu yang kita harapkan selama hidup didunia ini. Semua orang dia tidak mau hidup susah pasti semua orang kepingin hidupnya bahagia, tapi kenapa juga ada yang susah dan ada yang senang, kenapa enggak diberikan senang semua oleh ALlah?

itulah hidup yang penuh dengan rintangan dan likaliku kehidupan, kita belum tahu apa yang terjadi dimasa depan kita, juga tidak tahu keadaan kita dimasa yang akan datang senang atau susah. Semakin Allah memberikan kita cobaan atau rintangan maka semakin dewasalah dalam menghadapi semua yang Allah berikan kepada kita, dengan itu kita harus menerima dengan sabar apa yang ALlah kehendaki pada kita.

Dunia ini selalu ada tempat untuk kita berusaha, apa yang ingin kita kerjakan, yang penting kita jangan lupa pada Allah Sang Pencipta seluruh Alam semesta ini. Insya Allah kita akan bahagia lagi bila kita selalu bersyukur apa yang ada pada kita semua, semoga renungan ini ada manfaatnya buat kita semua untuk menjadi yang terbaik dimasa yang akan datang dan seterusnya.


Jumat, 23 Maret 2012

Awas Demam Berdarah (DBD)


oleh : Herman Hilmy Sulaiman

Siapa yang tidak menganal dengan penyakit yang satu ini, penyakit yang berbahaya dalam kehidupan kita. Penyakit demam berdarah punya gejala yang mirip dengan demam biasa, demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue. Virus ini dibawa dan ditularkan melalui gigitan nyamuk demam berdarah.
Namun terkadang disertai munculnya bintik-bintik merah. Memang perlu tes darah untuk memastikan apakah seseorang memang terkena demam berdarah atau tidak. Nyamuk ini punya nama latinnya yaitu Aedes  aegypti dan Aedes albopictus. Keduanya hidup hampir diseluruh pelosok yang ada diIndonesia, kecuali daerah pergunungan yang ketinggiannya lebih dari 1.000 meter diatas permukaan laut.
Syaidara Lamuri dimanapun Syaidara berada, adapun gejala-gejala yang dihadapi adalah :
1.      Mendadak demam tinggi selama 2-7 hari, disertai sakit kepala.
2.      Nyeri pada otot dan sendi     
3.      Muncul bintik-bintik merah terang. Biasanya muncul dulu pada sebagian badan, tetapi ada juga yang langsung menyebar diseluruh tubuh
4.      Hidung dan gusi mengeluarkan darah
5.       Sakit perut, mual, muntah-muntah, atau diare.

Syaidara Lamuri Demam berdarah ini jika tidak segera mendapat pertolongan dari Dokter, maka penderita demam berdarah dapat meninggal dunia. Makanya, segera bawa keluarga, teman dan siapapun yang terkena demam berdarah ke rumah sakit, dokter atau Puskesmas,  adapun gejala seperti yang sudaah tertera diatas.
Dalam kehidupan Syaidara pasti tak ingin terkena penyakit demam berdarah yakan?? Tapi tidaak perlu takut semuanya itu ada pencegahannya sebelum terlambat. Cegahlah dengan cara :
1.      Kuraslah tempat penampungan air, kemudian tutup rapat-rapat.
2.      Kuburlah barang-barang bekas yang ada disekitar rumah. Terutama yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
3.      Taburkan bubuk Abate atau Altosid (obat pembunuh jentik nyamuk) 2-3 bulan sekali terutama ditempat air yang sulit dikuras.
4.      Ada baiknya kita memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
5.      Cegahlah gigitan nyamuk menggunakan obat anti nyamuk.
6.      Pasanglah kawat kasa pada jendela serta ventilasi.

Demikianlah secara singkat penulis jelaskan, semoga bermafaat buat penulis sendiri dan syaidara-syaidara lon ban mandum....... marilah kita menjaga kebersihan dalam rumah, lingkungan dan tempat-tempat yang airnya tergenang. Karena kesehambal aatan lebih beharga dari segalanya.. Amin ya rabbal’alamin............ 

Cinta


Karya : Cek Man

Cinta......
Tak akan pernah ku melupakanmu walaupun dirimu tak ada rasa cinta lagi untukku.......
Aku masih mencintaimu....... kecuali dirimu telah melupakanku.........
Aku tak pernah lupa padamu untuk selamanya.... kecuali dirimu melupakanku untuk selamanya.....
Ku Ingin engkau bahagia bersamaku untuk selamanya dan tak ingin menyakiti hatimu..... tapi engkau yang selalu mengecewakanku..... kenapa ya...??  Apa karena engkau tidak mencintaiku...??

Cinta .....
Aku masih menyayangimu untuk selamanya.............. walaupun engkau tak menyayangiku....
Ku ingin selalu engkau menikmati kebahagiaan bersamaku..... tapi nyatanya engkau ingin selalu bebas dariku........ karena engkau perlu bergaul dengan siapa saja yang engkau inginkan, maka engkau lupa padaku....... jangan paksakan diri untuk mencitaiku..... tapi nikmati saja... bagaimana selama denganku................ pernahkah ku menyakitimu...?? tapi kamu selalu mengecewakanku...

Cinta.......
Ku do’akan engkau selalu bahagia dan senang dengan sikap mu itu......
Semoga engkau lebih baik dimasa yang akan datang..... Aku tak pernah melupakanmu
Ku ingin kita selalu bersatu seperti dulu lagi........ tapi tak mungkin kalau Cuma aku yang berusaha untuk dekat denganmu......... Jujur aku masih mencintaimu dimanapun dan kapanpun......... ini semua isi hatiku yang selama ini ku pendam padamu.............. adakah engkau mengingatkanku... seperti yang ku ingat hanya padamu.....???

Selasa, 06 Maret 2012

#~Sakit Karena Rindu~#
Karya : Cek Man

Waktu itu ada dirimu disampingku....ada ceria.... ada bahagia.....
seakan-akan dunia ini milik kita......
aku bahagia waktu itu.......

kini kau tlah jauh dari hadapanku......
Aku merasakan sekali......
sampai teringat selalu akan dirimu....
dalam hatiku bertanya... kapan kita akan bersatu...??

perlu kamu tau keadaan diriku sekaraang.....
tanpamu disampingku... aku mulai tak nyaman.....
karena ingin selalu di sampingmu.....
Aku malu mengatakannya padamu......

makanya Aku selalu menahan rinduku padamu...
sampai-sampai Aku sekarang sakit...... karena Rindu padaMu.....
Aku ingin bertanya... Apakah dimu ada merasakan seperti yang Aku rasakan saat ini...????

Ituulah diriku yang selalu menridukanmu.......
Sakit diriku karena Rindu padamu......
kapan kita bisa bersatu kembali.......
biar Aku sembuh dengan kedatanganmu.......
Kasih

Karya : Cek Man


Kasih.... Walaupun engkau tak pernah kembali.............. ku tetap mencintaimu........ dan aku tetap menunggumu................. apapun yang terjadi........


Kasih...... tanpa mu semangatku hilang............ diriku bagaikan cacing didalam terikan matahari.............. ku ingin engkau kembali.... ku harap engkau mengerti akan diriku ini......Kasih...... kehadiranmu bagaikan embun diteteskan dibibirku yang telah haus sekian lamanya ku rasakan selama ini........... Kasih..... semangatku ada padamu.......... mg engkau akan membacanya akan kejadianku selama ini...............
Kasih...... ku tak bahagia tanpamu disisiku........ buat seseorang yang ku nantikan selama ini............. Aku tetap mencintaimu walaupun engkau telah melupakanku................ Mg engkau bahagia selalu...............

Kasih........ maafkan aku kalau engkau sakit hati padaku....... ku ingin engkau mengerti akan cintaku padamu... yang sangat ku nantikan disetiap waktu................ kasih...... do'aku selalu menyertaimu.....

Rabu, 25 Januari 2012

BELAJAR ITU PENTING


Belajar adalah penting dalam kehidupan kita. Kenapa kita harus belajar? dengan kita belajar, kita bisa tahu apa yang belum kita tahu dan juga bisa menambah wawasan kita dalam kehidupan sehari-hari. Belajar di waktu kecil bagaikan menulis di atas batu dan belajar di waktu dewasa bagai menulis di atas air, itu sih kata pepatah. Tetapi Penulis menganalisis, kalo kita belajar kapanpun dan dimanapun dengan tekun pasti kita bisa menguwasai apa yang kita pelajari.

Lagi Belajar (Foto : Cek Man : 25/01/2012)
Kalau anda sebagai pengajar maka  harus ada rasa mendidik dalam mengajar pada Anak-anak yang kita ajarkan. Karena itu Belajar bisa dimana pun, bukan hanya di kelas saja. Seperti yang Anda lihat di gambar ini anak - anak lagi belajar di luar ruangan, keceriaan lebih dan pusat konsentrasi lebih senang di bandingkan dengan di dalam kelas maka kalau anda sebagi pengajar, jangan terlalu membiarkan anak-anak belajar di dalam kelas. Apalagi anak-anak cepat merasakan bosan dalam belajar. Kita harus menyesuaikan dengan keadaan di sekitar kita.

Anak juga membutuhkan belajar karena itu bisa jadi generasi yaang menggantikan anda nantinya, makanya anda lebih tekun untuk memberikan contoh buat mereka dalam belajar. Karena belajar itu sangat-sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Karena dengan adanya belajar kita bisa tahu apa yang belum kita ketahui, dan juga dengan kita tahu, anda bisa menyampaikan pada Anak didik anda yang anda ajarkan di sekolah nantinya. Sebagai pengajar harus jadi contoh teladan buat si Anak didik dan harus lebih pandai dari pada si Anak, itu pasti makanya belajar itu penting. (Herman, S. Pd. I)

Sabtu, 21 Januari 2012

Budaya Barat Merusak Generasi Muda Islam

Herman Hilmy, S. Pd. I

Di zaman sekarang banyak kita lihat yang tidak lagi mempunyai moral, dalam masyarakat tetapi tidak semua, khususnya kaula muda mudi di saat ini. Banyak kita melihat bagaimana pergaulan remaja – remaja yang ada di sekitar kita ataupun di kampung – kampung, apalagi keadaan yang ada di kota-kota.

Muda mudi sekarang telah banyak memikirkan dunia yang telah melupakan Agama, telah menganggap dunia ini tak kan habis-habisnya, makanya mereka selalu membuat diri mereka seakan-akan mereka yang hidup di dunia ini selamanya. Pergaulan bebas dalam remaja sekarang ini makin meraja rela, dari soal narkoba, pacaran, teknologi  dan budaya – budaya yang tidak sesuai dengan Agama kita yang sekarang ini telah merambah generasi muda Islam sekarang.

Budaya Barat yang hadir secara bebas hingga sampai ke kamar pribadi setiap rumah tangga Muslim, merupakan alat yang sangat efektif merubah orientasi generasi muda Islam agar meninggalkan tradisi Keislaman. Bahkan, Westernisasi (Pembarat-baratan) sudah menjadi perangkat lunak sistemik guna menjadikan setiap generasi muda Islam memandang remeh apa yang datang dari ajaran Islam.

Peralatan elektronik yang berada di sekitar kita, musik, film, modem, hp dan juga masih banyak lagi yang bisa merubah orientasi generasi muda Islam, yang sangat bebas di depan kita saat ini.

Orang tuanya sendiri kadang membiarkan anaknya tidak shalat atau pun tidak dilarang apapun yang di lakukan oleh anak-anaknya, malah senang dan bangga melihat anaknya yang sering dijemput oleh sang pacar . membiarkan anak melakukah kebebasan dalam hidup ini akan merusak genarasi Islam ke depan.

Ada sebagian orang tua seakan takut sama anaknya, dan juga apapun yang di minta orang tua memenuhinya, tidak memikirkan akiabatnya nanti, seperti sekarang kita lihat kesekolah pakek hp dan juga kereta, itu pun masih sekolah dasar ataupun sekolah menengah pertama, pada hal mereka belum waktunya memiliki hp dan juga sepeda motor ke sekolah, karena mereka masih memusatkan pikirannya untuk belajar.

Di lingkungan yang dekat dengan kita, banyak budaya – budaya dari barat yang merusak generasi – generasi kita. Banyak dalam lingkungan kita permainan Play Station (PS) dan juga VCD film-film yang di jual bebas di pasaran, asal ada keuntungan, penjual pun tidak mengenal Remaja atau anak-anak.

Dalam masyarakatpun kita lihat tidak menghiraukan lagi, masing-masing memikirkan diri sendiri, kita cuma melihat saja kejahatan yang ada di depan mata kita, tak ada lagi rasa untuk menegurnya. Coba kita pikirkan bersama, mau jadi apakah generasi muda Islam kedepan?

Kita tidak menyalahkan teknologi untuk ada di depan kita, itu tandanya zaman yang telah maju, kita harus mengikutinya kalau tidak ketinggalan zaman, namun kita harapkan perlu pengawasan dari orang tua, guru dan juga masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.

Mari kita bersama membangun kembali generasi muda Islam yang lebih baik untuk kedepan, kita ajak anak-anak kita untuk shalat berjamaat di mesjid, terutama peran orang tua dirumah, matikan TV sewaktu azan, dan mengajak mereka melaksanakan shalat, yang penting kita sebagai orang tua, berikan contoh yang baik buat mereka. Dimalam harinya berikan mereka ilmu agama, ngaji dan do’a-doa buat mereka.

Sekarang ada juga tempat pengajian – pengajian seperti pasantren, dayah dan juga Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) di daerah kita masing-masing, supaya mereka menambahkan ilmu-ilmu agama dan juga wawasan tentang sejarah-sejarah nabi dan sahabat – sahabat dalam membela Islam dimasa lalu.

Dengan adanya bimbingan dari orang tua, guru dan masyarakat di sekitarnya, Alhamdulillah generasi muda Islam kedepan akan menjadi Islam yang jaya dan cermerlang.. Amiiin..

KESEIMBANGAN DALAM BERWIRAUSAHA DAN BERIBADAH



Dalam kehidupan ini kita harus ada keseimbangan, keseimbangan dalam beribadah dan berusaha untuk kesejahteraan hidup dunia dan akhirat. Islam tidak hanya mengajarkan kepada pemeluknya untuk beribadah mahdah (Ibadah wajib), tapi juga sangat mendorong umatnya untuk bekerja keras,  kendati demikian bukan berarti tanpa kendali. Antara iman dan amal harus ada interaksi. Artinya, betapapun keras nya usaha yang dilakukan, harus selalu dalam bingkai hukum Islam. Dan salah satu kerja keras yang didorong Islam adalah berwirausaha. Kata wirausaha dalam istilah asingnya dikenal sebagai enterpreneur.
Dalam literatur ke Islaman sosok Nabi Muhammad SAW adalah sebuah pribadi yang seluruh dimensi kehidupannya dikupas dan dikaji secara intensif dan mendalam baik oleh sejarawan Islam maupun oleh tokoh-tokoh di luar pemikir Islam. Akan tetapi kepeloporan dan ketokohan Nabi Muhammad SAW di dunia wirausaha, kreatifitasnya di dunia bisnis serta suksesnya sebagai trader dalam usia 40 tahun selalu luput dari kajian dan sentuhan yang mendalam.
Dalam dunia moderen, kewirausahaan/enterpreneurship baru muncul di akhir tahun tujuh puluhan dan berkembang serta mulai diajarkan di kampus-kampus Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan Australia. Sementara dunia Islam (khusunya Indonesia) bergelut dengan politik, dan sibuk dalam kajian-kajian fiqih dan tasauf sehingga tidak mengherankan kalau kemudian ketokohan Nabi SAW dibidang wirausaha lepas dari pengamatan.
Padahal Islam sudah dari dulu mengajarkan kita untuk bewirausaha dalam kehidupan sehari-hari, tapi kita cuma mengabaikan semuanya apa yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sekarang ini kita hanya melihat orang – orang yang sukses di sekitar kita, atau di negara-nagara maju saja. Kita jangan bangga dengan kesuksesan orang lain dan negara-negara lain, tapi kita harus termotivasi bagaimana kita harus bisa seperti mereka.
Kita harus memikirkan dalam kehidupan ini harus ada keseimbangan dalam hidup, yaitu Ibadah dan berusaha untuk mencari rezki yang Allah berikan kepada kita, tapi kita jangan meninggalkan ibadah mahdah (ibadah wajib) dalam hidup ini, harus ada keseimbangan. Dengan adanya keseimbangan hidup, kita selalu menjadi orang-orang yang beruntung dalam segala bidang, termasuk dalam wirausaha.
Dalam Islam selalu memberikan kita peluang untuk berusaha dalam hidup ini, apapun pekerjaan yang kita lakukan boleh-boleh saja asalkan halal dan di ridhai oleh Allah SWT. Makanya dalam wirausaha atau bisnis kita dituntut untuk menjaga kejujuran, disiplin untuk memberikan pelayanan yang baik buat relasi atau partner kita.
Dalam berusaha kita harus ada ide/gagasan dalam mengembangkan usaha kita. Kalau kita kreatif pasti banyak ide yang bisa kita lakukan untuk mendapat usaha yang baik dan berkualitas. Adapun juga kita membuat ide-ide yang unik untuk memberikan peluang usaha. Tidak sedikit penemu produk baru di dunia bisnis, kita harus mampu tampil beda dan keunikan untuk kita jadikan usaha kita, penemu baru biasanya berpeluang besar dalam pasar untuk di patenkan dan dijualnya.
Bila anda merasa yang kurang kreatif atau inovatif  jangan putus asa, ide usaha tersebar dimana-mana, mungkin dihadapan anda, anda harus pandai membaca peluang usaha, mengukur potensi dan berani mengambil resiko dalam berusaha dan bersaing dengan persaingan yang sehat dan diutamakan kejujuran. Yang lebih penting lagi kita harus berusaha memuaskan konsumen kita dengan pelayanan yang baik.
Mulailah dari detik ini untuk berwirausaha apapun jenisnya baik barang maupun jasa, yakinlah pada diri anda sendiri yang bahwa anda mempunyai kelebihan dan potensi di dalam alam bawah sadar anda, yang harus anda lakukan adalah kenali dan gali potensi anda tersebut dengan baik implementasikan dengan membuka usaha apapun itu yang sesuai dengan minat atau bakat anda.
Jangan belenggu potensi minat dan bakat anda, mulailah membuka usaha dari hal yang mungkin terlihat kecil dan sepele namun percayalah dengan kesungguhan, tekad  dan jangan lupa juga untuk beribadah, berdo’a kepada Allah Swt yang telah meberikan kita umur panjang dan kesehatan untuk dapat melakukan usaha ini beserta ide-ide yang cemerlang, anda harus semangat dalam melakukannya, anda semua harus yakin bahwa  anda akan menjadi pengusaha besar, pengusaha sukses, pengusaha yang dapat mengangkat harkat martabat bangsa dan Agama ini dari berbagai keterpurukan. Amin ya Rabbal ‘Alamin... (Herman, S. Pd. I)

Rabu, 21 Desember 2011

Hijrah

Oleh : Herman, S. Pd. I

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengisahkan kejadian sehari-hari kita dengan singkat dalam lingkungan hidup yang kita alami saat ini. Kehidupan kita yang telah jauh sekali dengan agama dan telah mementingkan dunia yang selama ini kita lakukan. Kadang kita sebagai muslim tahu apa kewajiban kita dalam kehidupan ini. Tapi tak menghiraukan seperti shalat lima waktu, kadang azan sudah berkumandang aktivitas masih berjalan. Pergaulan ramaja makin parah dan masih banyak lagi yang menyimpang dari Agama kita yaitu Islam. Apakah ini yang namanya negeri syariat..?

Tak terasa, kita kembali bertemu dengan awal tahun baru hijrah. Kali ini kita mengakhiri tahun 1432 H dan memasuki tahun 1433 Hijrah. Hijrah, yakni peristiwa hijrah Baginda Nabi saw. dari Makkah ke Madinah, adalah momentum penting dalam lintasan sejarah perjuangan Islam dan kaum Muslim. Hijrah adalah peristiwa paling menentukan bagi tegaknya Islam sebagai sebuah ideologi dan sistem dalam intitusi negara ketika itu, yakni Daulah Islamiyah.

Kini, sejak keruntuhan Daulah Islamiyah yang terakhir, yakni Khilafah Utsmaniyah tahun 1924 lalu, dan sejak itu kaum Muslim kembali berada dalam kungkungan ideologi dan sistem Jahiliah, tentu hijrah saat ini bukan saja masih relevan, tetapi sebuah keniscayaan. Sebab, melalui hijrahlah kaum Muslim memungkinkan untuk: meninggalkan kekufuran dan dominasi orang-orang kafir menuju iman dan kekuasaan Islam; meninggalkan darul kufur menuju Darul Islam; meninggalkan sistem Jahiliah menuju ideologi dan sistem syariah; serta meninggalkan kekalahan menuju kemenangan dan kemuliaan Islam.

Perpindahan tersebut adalah demi perubahan yang lebih baik. Meskipun dipandang dari beberapa sisi, prosesi hijrah juga berarti meninggalkan kemapanan yang sudah dipegang, meninggalkan rumah dan harta kekayaan yang pernah dikumpulkan. Ditambah lagi di tempat tujuan tidak ada jaminan akan mendapatkan tempat penghidupan yang lebih layak.

Dengan adanya hijrah kita akan berkembang dalam berbagai hal yang terutama kita harus yakin dan percaya bahwa Allah tak akan melantarkan kita dengan begitu saja kecuali kita yang tidak mau berusaha. Mari kita semua berusaha untuk berhijrah (perpindahan) dari keburukan menjadi yang terbaik demi masa depan kita yang penuh dengan lika-liku dunia atau rintangan ini. Mari kita sama-sama untuk menghijrah mengajak diri kita sendiri terlebih dahulu beserta semua keluarga, tetangga dekat dan masyarakat sekitar untuk menata kembali lingkungan kita ini ke arah yang lebih baik. Semoga generasi yang akan datang lebih cemerlang, Islam pun akan berjaya kembali di Bumi Allah ini. Amiin ya Rabbal ‘Alamin.....




Rabu, 26 Oktober 2011

Haji dan Si Miskin

Menunaikan Haji adalah panggilan Allah SWT. Panggilan yang membutuhkan sambutan dari hamba-Nya. Tak perduli latar belakang manusia, kaya-miskin, orang biasa-ustadz, pejabat-rakyat, pintar-bodoh, Arab-non Arab, Islam dari lahir atau muallaf, semua itu bergantung pada kesungguhan niat, ketulusan dan menyambut panggilan Allah dengan segera dan upaya sungguh-sungguh.
Kesungguhan niat adalah bagian penting, misal orang yang memang sudah kaya dan memiliki kemampuan, tanpa ada kesungguhan, maka akan menunda-nunda dan tak jadi berangkat. Alasan dan jawaban yang sering muncul adalah belum mendapat panggilan Allah SWT. Yah, panggilan Allah yang merasuk dalam jiwanya.
Padahal panggilan Allah akan masuk ke dalam jiwa ketika manusia menyambutnya, sementara alasan biaya bagi si orang kaya sudah tidak menjadi masalah.
Di sisi lain, ketulusan dan keikhlasan menyambut panggilan Allah juga menjadi bagian penting. Tak sedikit orang miskin, tak mampu, namun tiba-tiba ia langsung mendapat panggilan Allah menunaikan Haji. Secara lahiriyah, peristiwa ini sulit dicerna akal. Maka, inilah yang dinamakan panggilan Allah.
Sangat mungkin, kesungguhan, ketulusan, kesalehan dan kesabaran seseorang langsung ditunjukkan Allah dengan memberangkatkan haji dari pintu yang juga tidak diduga-duga.
Jadi, mampu dan tidak mampu sama-sama belum menjadi jaminan panggilan haji seseorang. Yang menentukan adalah kesungguhan, ketulusan dan kesabaran yang akan mengantarkan pada panggilan jiwanya.
Pada suatu masa, Abdullah bin Mubarak berangkat haji bersama kafilah Haji, ia melewati berbagai daerah hingga ayam yang mereka bawa ada yang mati. Abdullah bin Mubarak lalu menyuruh seseorang untuk melemparkannya ke tempat sampah. Setelah dilempar, tiba-tiba datanglah seorang perempuan mengambil ayam yang mati tersebut. Abdullah bin Mubarak terheran dan menanyakan alasan kenapa ia sudi mengambil bangkai tersebut.

Sang perempuan ini menceritakan bahwa mereka melakukannya dengan sangat terpaksa karena mereka tidak mendapatkan makanan sejak beberapa hari. Mendengar penjelasan perempuan ini, Abdullah bin Mubarak memberikan biaya hajinya lalu ia kembali ke kampungnya. Ia mengatakan, ''Ini lebih baik daripada haji kita tahun ini.'' (dari kitab Hilyatul Auliya). Demikianlah para ulama terdahulu, mereka sangat berusaha mencari amalan yang paling besar pahalanya dan paling dicintai Allah SWT. Bagi mereka memberi makan orang kelaparan adalah sebuah kewajiban, sedangkan melaksanakan ibadah haji yang kedua dan seterusnya adalah sunah. Sehingga, mereka mengedepankan hal yang lebih utama daripada hal yang penting.

Membantu orang miskin juga termasuk jihad di jalan Allah, betapa banyak orang-orang miskin yang tidak menerima uluran tangan kemudian masuk ke agama lain yang lebih menggiurkan dan menjanjikan. Jihad di jalan Allah ini lebih utama daripada haji setiap tahunnya. Allah menyindir hal ini dengan firman-Nya: ''Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (QS Attaubah [9]:19-20).

Jamaah Haji sebelum berangkat hendaklah melihat orang-orang di sekelilingnya, masih adakah mereka yang menderita kemiskinan di sekitarnya. Kemiskinan yang menimpa sebagian bangsa ini, tampaknya akan berkurang jika setiap jamaah haji menyantuni misalnya dua hingga lima orang, jika jumlah jamaah haji 200 ribu orang maka penduduk miskin akan berkurang minimal 400 ribu jiwa, sebuah jumlah yang sangat besar. Dengan ini jamaah haji akan mendapat dua pahala sekaligus yaitu pahala haji dan pahala menolong sesama. (HRM/Berbagai sumber)